SUKU BUGIS
Suku Bugis merupakan suku bangsa yang mendiami bagian
Selatan dari pulau Sulawesi. Daerah itu merupakan sebuah provinsi yaitu
provinsi Sulawesi Selatan yang sekarang terdiri dari 23 kabupaten, diantaranya
dua kota-madya.
Suku Bugis merupakan salah satu dari empat suku
bangsa yang mendiami provinsi Sulawesi Selatan, yaitu: Bugis, Makassar, Toraja,
dan Mandar. Orang-orang Bugis memiliki jiwa perantau yang sangat kuat. Sehingga
suku Bugis tidak hanya terdapat di daerah Sulawesi Selatan saja, melainkan
mereka juga tersebar di provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Papua,
Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Jambi, Riau, dan Kepulauan
Riau. Yang membedakan suku Bugis dengan suku lainnya adalah bahasa dan
adat-istiadatnya. Adat-istiadat itu melekat pada pribadi masing-masing orang
Bugis dan diterapkan pada aspek kehidupan sehari-hari.
Orang Bugis berkomunikasi menggunakan bahasa Ugi,
mereka juga memiliki aksara tradisional yang disebut Lontara yang hurufnya berasal dari huruf Sansekerta
(Koentjaraningrat: 268). Masyarakat Bugis juga memiliki baju adat yang
dinamakan baju bodo (pendek). Baju adat ini biasa digunakan saat upacara
pernikahan. Begitu pula dengan bentuk rumah adat yang memiliki ciri khas
tersendiri. Ada dua jenis bentuk bangunan rumah, yang mana masing-masing bentuk
menandakan status si pemilik rumah tersebut. Perbedaanya terletak pada luas
kedua rumah dan besar tiang penyangganya. Rumah Saoraja adalah rumah untuk kaum bangsawan, sedangkan rumah bola
untuk rakyat biasa.
Suku Bugis merupakan suku yang sangat menjunjung
tinggi falsafah hidup. Mereka memiliki budaya siri’na pacce. Siri berarti
rasa malu (harga diri), sedangkan pacce dalam
bahasa Bugis berarti pedih atau pedas (kokoh, keras, pendirian). Jadi pacce berarti semacam kecerdasan emosional untuk turut merasakan kepedihan
atau kesusahan orang lain. Nilai ini dipandang sebagi konsep yang memberikan
dampak terhadap perilaku masyarakat Bugis.

Comments
Post a Comment