CONTOH SOAL DAN JAWABAN ULANGAN RELIGI DAN ETIKA JAWA

1.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan religi, religi masyarakat jawa, dan kepercayaan!

Jawab :

·        Religi merupakan segala sistem perbuatan manusia untuk mencapai suatu keinginan dengan cara menyandarkan diri kepada kemauan dan kekuasaan makhluk halus (Dewa, ruh, dsb).

·        Religi masyarakat jawa, Mayoritas orang Jawa beragama Islam, tetapi agama Islam yang dilakukan di Jawa memiliki perbedaan dari agama Islam yang di lakukan di daerah Timur Tengah. Agama Islam di Jawa dicampuri dengan kepercayaan manusia asli Jawa, yaitu kepercayaan animisme dam kepercayaan dari kerajaan Hindu-Budha. Orang-orang jawa percaya bahwa tempat-tempat atau objek-objek punya kepercayaan tersendiri, mislanya orang yang percaya dengan mahluk halus, roh leluhur dan hantu yang mendiami macam-macam tempat.

·        Kepercayaan, Masyarakat Jawa percaya bahwa hidup diatur oleh alam, maka masyarakat jawa bersikap nrimo (pasrah). Masyarakat Jawa percaya akan keberadaan arwah/ roh leluhur dan makhluk halus seperti lelembut, tuyul, demit, dan jin. Bersamaan dengan pandangan tersebut, orang jawa percaya kepada suatu kekuatan yeng melebihi dari segala kekuatan dimana saja yang pernah dikenal, yaitu kesaktian atau kesakten yang terdapat pada benda-benda pusaka, seperti: keris, gamelan, dll. Jika seseorang ingin hidup tanpa menderita gangguan ia harus berbuat sesuatu untuk mempengaruhi alam semesta dengan cara misalnya berprihatin, berpuasa, berpantang melakukan sesuatu perbuatan, serta makan-makanan tertentu, selamatan dan sesaji.Selamatan dan sesaji seringkali dijalankan oleh masyarakat Jawa pada waktu tertentu. Selamatan erat kaitannya dengan kepercayaan terhadap unsur-unsur kekuatan sakti maupun makhluk halus. Umumnya selamatan ditujukan untuk memperoleh keselamatan hidup dengan tidak ada gangguan-gangguan apa pun. 

2.      Apa yang dimaksud dengan mitologi & toleransi pada masyarakat jawa?

Jawab : Mitologi berarti kajian tentang mitos maupun sebuah himpunan atau koleksi mitos-mitos. Mitos adalah kisah suci yang biasanya menjelaskan bagaimana dunia maupun manusia dapat terbentuk seperti sekarang ini meskipun dalam pengertian yang sangat luas istilah tersebut dapat mengacu kepada cerita tradisional. Mitologi terkait dekat dengan legenda maupun cerita rakyat. Mitologi dapat mencakup kisah penciptaan dunia sampai asal mula suatu bangsa. Tidak seperti mitologi, pada cerita rakyat, waktu dan tempat tidak spesifik dan ceritanya tidak dianggap sebagai kisah suci yang dipercaya kebenarannya. Sedangkan pada legenda, pelaku-pelakunya adalah manusia dan meskipun kejadiannya dianggap benar-benar terjadi, dapat mengandung kisah makhluk supranatural (dewasetan, dsb.) dan kejadian luar biasa (kutukan, keajaiban, dsb.) seperti pada mitologi. Biasanya latar pada legenda adalah masa-masa pada saat manusia sudah ada dan dikaitkan dengan sejarah dan asal mula suatu tempat.

Dalam toleransi masyarakat jawa dikenal ungkapan Tepa salira yaitu yang bermakna sebagai ungkapan yang mengajarkan kita untuk selalu mengukur segala tindakan dengan mengandaikan diri sendiri sebagai patokannya. Nguwongke wong mengandung makna bahwa setiap manusia pada dasarnya harus saling memanusiakan sesamanya. Kedua ungkapan tersebut dekat sekali dengan konsep toleransi. Masyarakat Jawa secara umum memandang bahwa dunia dapat dikatakan baik ketika keadaan tidak kacau dan tidak saling berselisih antara satu dengan lainnya, hal tersebut dapat dikatakan sebagai tujuan yang sama dalam konsep toleransi.

3.      Apa yang dimaksud dengan makna agama bagi masyarakat jawa?

Jawab : Agama bagi masyarakat jawa adalah kepercayaan dan keyakinan terhadap Gusti, mereka meyakini bahwa hidup dan mati itu asalnya dan kembalinya kepada Tuhan. Dengan ungkapan sangkan paraning dumadi dan manunggaling kawula gusti. Masyarakat Jawa percaya bahwa hidup diatur oleh alam, maka masyarakat jawa bersikap nrimo (pasrah). Nrimo dalam artian tidak melakukan apa-apa, tetapi berusaha dengan semaksimal mungkin dan menerima segala hasilnya yang dianggap itu sebagai ketentuan dari Tuhan.

4.      Mengapa kerajaan mataram didirikan diantara gunung merapi dan laut selatan? Jelaskan!

Jawab : Karena di dalam kepercayaan Hindu dikenal adanya konsep Palemahan (hubungan harmonis antara umat manusia dengan alam lingkungan), Pawongan (hubungan harmonis antara sesama umat manusia) dan Parahyangan (hubungan harmonis antara manusia dengan Pencipta). Pantai Selatan disimbolkan sebagai Palemahan, kerajaan mataram di tengah-tengah sebagai Pawongan sedangkan Gunung Merapi sebagai Parahiyangan. Dari konsep itu yang kemudian dipilihlah letak kerajaan mataram. Posisi Pantai Selatan, kerajaan mataram dan Gunung Merapi merupakan satu garis lurus yang ditarik dari selatan hingga utara. Konon di sepanjang garis imaginer ini pantang mendirikan bangunan melebihi tinggi puncak atap kerajaan. Gunung merapi dan laut selatan memiliki arti yang sangat penting bagi kerajaan yang dibangun berdasarkan pertimbangan keseimbangan dan keharmonisan. Kerajaan merupakan titik imbang dari api dan air. Api dilambangkan oleh Gunung Merapi, sedangkan air dilambangkan pada titik paling selatan, Pantai selatan. Dan kerajaan berada di titik tengahnya. Kerajaan dan dua daerah itu merupakan titik keseimbangan antara vertikal dan horizontal. Keseimbangan horizontal dilambangkan oleh Laut Selatan yang mencerminkan hubungan manusia dengan manusia. Sedangkan Gunung Merapi melambangkan sisi horizontal yang mencerminkan hubungan antara manusia dengan Yang Maha Kuasa.

5.      Apa yang dimaksud dengan konsep lingga dan yoni pada masyarakat jawa?

Jawab : Lingga dan Yoni merupakan jalur energi Ilahi di tubuh manusia dan di alam semesta. Penyatuan Lingga dan Yoni melahirkan sesuatu yang baru, yaitu penciptaan. Perpaduan lingga dan yoni melambangkan penciptaan dunia dan kesuburan. Dengan adanya penyatuan dan penciptaan maka ada generasi yang berkelanjutan atau kehidupan yang berkelanjutan. Lingga  menyerupai alat kelamin laki-laki, yang merupakan lambang kesuburan dan sifatnya dapat dipindahkan karena bentuknya yang tidak permanen. Yoni  menyerupai alat kelamin dari wanita, yang merupakan lambang kesuburan pada masa prasejarah. Yoni adalah tumpuan bagi lingga. Bersatunya Lingga dan Yoni adalah pertemuan antara laki-laki dan wanita yang merupakan lambang kesuburan, sehingga muncul kehidupan baru (kelahiran).

6.      Apa yang anda ketahui tentang grebeg kraton jawa?

Jawab : Grebeg kraton jawa adalah upacara berkala yang diadakan masyarakat Jawa untuk memperingati suatu peristiwa penting. Grebeg yang paling populer adalah grebeg yang diadakan oleh Kraton Surakarta Hadiningrat dan Kraton Yogyakarta Hadiningrat, yang diadakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad. Grebeg ini merupakan puncak sekaligus mengakhiri perayaan tahunan Sekaten. Grebeg kraton lainnya adalah grebeg Suro (1 Muharram). Grebeg Syawal (memperingati Idul fitri), dan Grebeg Besar (memperingati Idula dha).Upacara grebeg tidak saja diadakan oleh pihak keraton, tetapi juga oleh pihak-pihak lain, seperti pemerintahan lokal, desa, atau instansi. Dalam upacara ini, pihak penyelenggara merayakan kemakmuran yang diberikan kepada masyarakat dengan mempersembahkan gunungan, biasanya berpasangan dan masing-masing disebut gunungan jaler atau kakung (laki-laki) dan gunungan estri (perempuan). Gunungan ini tersusun dari hasil bumi yang dirangkai pada kerangka berbentuk menggunung. Setelah diarak, hasil bumi diperebutkan oleh massa yang sudah menunggu kesempatan.


Comments

Popular Posts