Pengaruh Online Shopping terhadap Sikap Pembelian Online di Kalangan Wanita (Studi Kasus pada Konsumen Shopee Gender Wanita di Bandar Lampung)
Pada
tulisan ini saya akan mendeskripsikan skripsi dari Evie Oktaviani mahasiswi lulusan Universitas
Lampung tahun 2019 dengan judul “Pengaruh Online
Shopping terhadap Sikap Pembelian Online
di Kalangan Wanita (Studi Kasus pada Konsumen Shopee Gender Wanita di Bandar Lampung)”. Pada penelitian yang
digunakan oleh Evie Oktaviani menggunakan tipe penelitian asosiatif kausal
karena menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.
Penelitian Evie Oktaviani dilakukan di Bandar Lampung dan dengan target
pengguna aplikasi Shopee di kalangan
wanita.
Pada
penelitian “Pengaruh Online Shopping
terhadap Sikap Pembelian Online di
Kalangan Wanita (Studi Kasus pada Konsumen Shopee
Gender Wanita di Bandar Lampung)” yang dilakukan oleh Evie Oktaviani ini
menggunakan dua variabel, yaitu 1) Variabel bebas atau yang sering disebut
sebagai variabel stimulus, predictor, dan antecedent. Variabel bebas ini
mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat. Di
dalam penelitian Evie Oktaviani ini memiliki tiga indikator, yaitu kenyamanan,
harga, dan poduk yang kemudian diberi simbol (X). 2) Variabel terikat merupakan
variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
Indikator dalam variabel terikat yang digunakan oleh Evie Oktaviani adalah
sikap pembelian online yang kemudian diberi simbol (Y).
Dalam
sebuah penelitian pastinya membutuhkan definisi operasional untuk memudahkan
peneliti dalam mencari data dan untuk membatasi peneliti supaya dalam pencarian
data tidak keluar dari tema yang akan diteliti. Begitu juga dengan Evie
Oktaviani, ia membuat definisi operasional dalam penelitiannya sesuai dengan
variabel yang dipakai. Adapun definisi operasional varabel yang dikembangkan
dalam penelitian Evie Oktaviani sebagai berikut:
|
Variabel |
Definisi
Operasional Variabel |
Indikator |
Skala |
|
Kenyamanan
(X1) |
Kenyamanan atau convience orientation merujuk kepada nilai yang diberikan atas
pencarian aktif sebuah produk dan proses belanja selama 24 jam di mana pun
dan kapan pun sehingga menimbulkan kenyamanan pribadi dan penghematan waktu
dalam aktivitas tertentu (Forshyte dan Shi). Faktor convience atau kenyamanan dilaporkan sebagai alasan utama
konsumen melakukan pembelanjaan melalui toko virtual seperti internet. |
1.
Konsumen dapat berbelanja
kapanpun dan dimanapun. 2.
Keamanan bertransaksi. 3.
Menghemat biaya. (Forshyte dan
Shi) |
Likert |
|
Harga
(X2) |
Reibstein juga mengungkapkan dalam
studinya bahwa pelanggan online
rata-rata menegaskan dan berperilaku seolah-olah harga adalah faktor yang
paling penting dalam menarik mereka ke situs web e-commerce. Menurut Biswas dan Blair harga diskon
dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen, dan akhirnya mempengaruhi niat
belanja mereka. |
1.
Informasi harga 2.
Diskon penjualan 3.
Memberikan harga terbaik
(Reibstein) |
Likert |
|
Produk
(X3) |
Mallapragada et.al juga mengungkapkan
hal itu pengecer online dengan
berbagai kategori produk yang luas cenderung lebih menguntungkan bagi online konsumen. Membeli barang dan
jasa melalui internet pilihan yang baik dan ketersediaan pilihan produk yang
lebih luas yang ditawarkan oleh pengecer online
karena tidak ada batasan ruang fisik pada jumlah produk yang dapat
ditampilkan pengecer online di
etalase online mereka. Selanjutnya,
jumlah toko online yang dapat
dikunjungi konsumen online dengan
pilihan produk yang lebih luas untuk dipilih. |
1.
Produk 2.
Pilihan produk yang lebih luas 3.
Menawarkan akses ke banyak merek
dan pengecer (Mallapraganda et.al) |
Likert |
|
Sikap
Pembelian Online (Y) |
Menurut Chiu et al, sikap terhadap
belanja daring didefinisikan sebagai konsumen perasaan positif atau negatif
yang terkait dengan pencapaian perilaku pembelian di internet. Sikap belanja online adalah hal yang penting dalam
pembentukan niat pembelian online. |
1.
Berbelanja online lebih mudah 2. Lebih
menyukai berbelanja online 3.
Pengalaman berbelanja online |
Interval |
Selanjutnya
untuk metode analisis data dalam penelitian Evie Oktaviani ini menggunakan uji
validitas, uji reabilitas, uji normalitas, analisis regresi, analisis
kuantitatif, dan analisis kualitatif, yang mana:
1. Uji
Validitas di mana validitas instrument yang digunakan dapat mengukur apa yang
hendak diukur. Teknik uji validitas yang dipakai oleh Evie Oktavani dalam
penelitiannya adalah teknik analisis faktor menggunakan Kaiser-Mayer-Olkin Measure of Sampling Adequacy dengan bantuan software SPSS versi 18 yang menunjukkan kelas prosedur yang digunakan untuk reduksi
data dan ringkasan.
2.
Uji Reabilitas merupakan pengujian
untuk mengukur suatu kuesioner indikator dari variabel atau konstruk untuk
mengetahui sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Di sini
pengukuran hanya dilakukan dengan mengukur korelasi antara jawaban pernyataan,
sedangkan alat yang digunakan untuk mengukur reabilitas adalah Alpha Cronbach.
3. Uji
Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model-model regresi, variabel
bebas dan variabel terikat memiliki distribusi normal atau tidak. Tekhnik yang
digunakan oleh Evie Oktaviani dalam menguji normalitas pada penelitiannya menggunakan
One Sample Kolmogrov-Smirnow Test
dengan bantuan SPSS 18.0 dengan
melihat normal probability plot yang
membandingkan distribusi komulatif dari distribusi normal. Uji normalitas
dilakukan dengan membandingkan antara data yang akan diteliti dengan data
berdistribusi normal berdasarkan mean
dan standar deviasi yang dianalisis melalui analisis statistik dengan
menggunakan pendekatan parametrik, sedangkan jika tidak berdistribusi normal
maka menggunakan pendekatan nonparametrik.
4.
Analisis Regresi, dalam penelitian
Evie Oktaviani ini menggunakan analisis regresi ganda yang mana analisis ini
digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat
atas perubahan dari setiap peningkatan atau penurunan variabel bebas yang akan
mempengaruhi variabel terikat. Persamaan regresi ganda di dalam penelitian Evie
Oktaviani adalah Y=a + b1X1 + b2X2 + b3X3
+ e
5. Analisis
Kuantitatif adalah analisis dengan menggunakan pendekatan atau rumus statistik,
dalam penelitian Evie Oktaviani menggunakan analisis regresi berganda dengan
bantuan alat hitung SPSS 18.0
6. Analisis
Kualitatif merupakan gambaran umum bagaimana tanggapan yang diberikan pada
kuesioner yang disebarkan kepada konsumen yang diberi daftar pertanyaan yang
terkait dengan teori pemasaran atau pendekatan yang berkaitan dengan online shopping terhadap sikap pembelian
online di kalangan wanita.
Kemudian
pengujian hipotesis yang digunakan untuk mengetahui apakah hipotesis dapat
diterima atau ditolak dalam penelitian Evie Oktaviani ini menggunakan Uji t,
Uji F, dan Koefisien Determinasi Ajusted R2, dimana:
1. Uji
t memiliki tingkat kepercayaan 95% atau 5% serta menggunakan derajat keabsahan degree of freedom (df). Jika t hitung
< t tabel atau > 0,5 maka Ho diterima yang berarti tidak ada pengaruh
signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat, tetapi jika t
hitung > t tabel maka Ho ditolak yang berarti ada pengaruh signifikan antara
variabel bebas terhadap variabel terikat.
2. Uji
F digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas mempunyai pengaruh yang
signifikan atau tidak signifikan dengan variabel terikat dengan nilai = 5%
menggunakan derajat keabsahan df.
3. Koefisien
Determinasi Ajusted R2 digunakan
untuk mengukur model garis regresi atau melihat sumbangan kontribusi dari
variabel bebas yang diuji terhadap variabel terikat sehingga akan diketahui
apakah model regresi yang di uji memenuhi kriteria sebagai fit model. Nilai R2
yang mendekati 1 berarti variabel-variabel bebas memberikan hampir semua
informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel terikat.
DAFTAR PUSTAKA
Evie Oktaviani. 2019. “Pengaruh Online
Shopping terhadap Sikap Pembelian Online di Kalangan Wanita (Studi Kasus pada
Konsumen Shopee Gender Wanita di Bandar Lampung)”. Skripsi. Fakultas Ekonomi
Dan Bisnis. Prodi Manajemen. Bandar Lampung: Universitas Lampung.

Comments
Post a Comment